Sunyi Gerakan Mahasiswa

Menjelang siang ini pikiran saya kembali dirudung pertanyaan yang sama. Berpakah harga beras, apakah harga BBM naik lagi di pertengahan malam? Atau apakah rupiah tetap loyo di hadapan dolar? Jari-jemaripun setuju dengan pikiranku dan ikut ribut mengetikan yang berkecamuk di pikiran.

 Saya tak tahu, atau persisnya saya sangat tidak tahu apa yang sedang terjadi. Hanya bisa menduga-duga ke mana sandiwara harian ini akan berakhir. Atau mungkin belum akan segera berakhir. Bukan karena saya tidak sanggup membeli beras, atau saya tidak punya uang untuk mengisi minyak motor saya Full Tank nanti siang. Saya hanya berpikir, berapa keluarga lagi yang konsumsi hariannya harus hijrah ke beras tidak layak makan atau malah mengkunsumsi nasi aking

Beberapa hari yang lalu saya membaca di media sosial, seseorang yang otak bebal menertawakan pihak lain yang protes dengan harga dolar yang menembus angka 13ribu. Tidak sadar dia bahwa uang di dompetnya yang tebal semakin tidak bernilai. Bahkan dia akan mengeluarkan rupiah semakin banyak saat akan bepergian ke luar negeri, atau belum kaget dengan harga-harga beberapa barang akan ikut naik.

Sebagian orang memang lebih suka berkomentar dengan cara pandang kaca mata kuda. Persepsi dari sudut pandang pribadi saja, tidak mengambil pertimbangan dari sudut pandang orang lain. Sama halnya menyikapi harga BBM yang beberapa waktu naik (lagi).

Beberapa (fanatik) mengatakan tidak masalah dengan harga BBM naik. Ah, hanya sekian ratus rupiah saja katanya. Bahkan ada yang lebih tidak manusiawi lagi, dengan mengatakan orang-orang yang miskin dan berkekurangan adalah orang malas dan menyuruh untuk berusaha kerja kerja kerja. Miris sekali. Mungkin dia belum tahu, bahwa orang yang disebut malas itu sudah berangkat kerja, berpeluh, bahkan ketika yang berbicara tadi masih mendengkur di kasurnya yang empuk.

Ke Mana Mahasiswa?

Sejak reformasi, para mahasiswa menjadi sentral di banyak perubahan di negeri ini. Mulai dari menumbangkan Orde Baru, bahkan menumbangkan kekuasaan beberapa presiden pada masa awal reformasi.

Namun sayang, suara teriakan orang-orang berjaket almamater dengan ikat kepala dan Toa itu sudah lama senyap. Kemana?

Apakah mahasiswa sekarang sudah semuanya menjadi study oriented dengan tuntutan SKS yang banyak? Organisasi-organisasi hanya menjadi tempat kongkow-kongkow dan menyebar gosip. Apakah mahasiswa sekarang hanya disibukkan dengan gadget dan teman dunia maya sehingga melupakan realita dunia nyata? Lebih akrab dengan facebook dan twitter ketimbang koran dan siaran berita. Lebih terbiasa dengan kata selfie, chatting, online daripada kata politik, hukum dan pergerakan.

Sayangnya lagi, justru berita tentang mahasiswa yang muncul di media sekarang adalah mahasiswa yang tawuran antar fakultas karena hal sepele. Atau di berita lainnya mahasiswa dengan barang-barang haramnya digrebek polisi. Bahkan sekretariat organisasi mahasiswa tingkat universitasnya menjadi tampat pesta narkoba yang kasusnya juga menyeret seorang guru besar di kampus tersebut.

Sudah saatnya mahasiswa kembali berbenah dan menyadarkan banyak orang, bahwa banyak yang harus diperbaiki di negeri ini. Memang ada yang salah urus di negara tercinta ini. Harga kebutuhan pokok yang tinggi, harga Premium dan gas yang selalu naik namun sebaliknya nilai rupiah yang semakin merosot. Dengan segala kondisi itu malah ditanggapi dengan senyum manis pejabat negara kita secara santainya seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak cukup mahasiswa satu atau dua kampus untuk mengingatkan pemimpin negeri ini. Perlu adanya gerakan seluruh elemen mahasiswa dari banyak kampus secara serentak.

Cukup rasanya uneg-uneg menjelang siang ini. Kalau sekiranya para mahasiswa tidak merasa seperti apa yang saya sampaikan di atas, namanya sebuah opini tentu atas berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam keseharian. Jika adik-adik mahasiswa tidak setuju dengan pendapat saya, silahkan ditunjukkan dengan aksi, bukan dengan jawaban kata-kata secara diplomatis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s