HATI-HATI WEBSITE PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN PERUSAHAAN BESAR

Belakangan ini saya sering dikirimi SMS dengan nomor yang tidak saya kenal. Isinya berupa pengumuman pemenang undian Telkomsel Poin atau dapat hadiah Poin Plus-plus dari Indosat (saya pake dua nomor operator sekaligus). Nah, agar meyakinkan, si pengirim SMS juga mengirmkan dalam smsnya berupa alamat blog. Kenapa saya sebut blog, karena pengirim pesan ini membuatnya di blogspot.com, webs. com, dll.

Bagi saya yang karena dua hal, maka saya abaikan sms tersebut. Pertama, operator seluler atau perusahaan besar tidak akan menghubungi pemenang hadiah melalui SMS, pasti mereka akan menghubungi konsumennya tersebut melalui telpon. Kedua, sebuah perusaahan besar tidak mungkin menggunakan blog untuk website mereka. Pasti mereka memakai domain sendiri seperti http://www.telkomsel.com, atau http://www.xl.co.id, dan lainnya.

Berhubung saya kurang memahami pembahasan ini lebih mendalam, maka saya mengutip dari webnya pak Jonru. Kebetulan juga beliau membahas hal serupa, berikut kutipannya:

_______________________________________________________

Sekarang ini banyak banget SMS penipuan, yang di dalamnya mencantumkan alamat web. Banyak orang yang tertipu oleh alamat web tersebut, sebab seolah-olah asli milik perusahaan tertentu.

Sebagai contoh, ini adalah salah satu website penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel:
http://telkomselpoin.net84.net/index.html

website penipuan

Klik pada gambar untuk melihat ukuran sebenarnya

Coba lihat tampilannya. Sangat bagus! Keren! Orang yang tak mengerti bisa saja tertipu, mengira bahwa ini benar-benar website milik Telkomsel.

Padahal bukan!

Karena itulah, lewat tulisan ini saya hendak berbagi info sedikit nih, mengenai cara gampang mengenali website penipuan yang mengatasnamakan perusahaan besar (misalnya mengatasnamakan Telkomsel, XL, Indosat, dan sebagainya). Mohon maaf, artikel ini tidak sedang membicarakan website penipuan toko online dari Batam dan sebagainya. Sebab ini hal yang berbeda :-D

Bagaimana cara mengenali website penipuan yang mengatasnamakan perusahaan besar? Caranya adalah dengan mempelajari alamat website mereka.

Seperti kita ketahui, website perusahaan besar umumnya pakai nama domain sendiri. Misalnya Telkomsel.com, xl.co.id, dan sebagainya. Tak mungkin rasanya jika perusahaan sebesar Indosat memiliki alamat website resmi seperti indosat.blogspot.com. Hehehehe… :-D

Karena itulah, yang harus kita selidiki adalah nama domain tersebut.

Begini:

Nama domain yang kita kenal selama ini, terbagi atas tiga unsur. Untuk lebih jelasnya, ini contohnya:

www.dapurbuku.com

kita sebut saja:
– “com” adalah domain tingkat I
– “dapurbuku” adalah domain tingkat II
– “www” adalah domain tingkat III

Berikut penjelasannya:

Domain Tingkat I

Untuk domain tingkat I seperti com, tidak terlalu penting untuk dibahas di sini. Karena tidak relevan dengan tema tulisan ini.

Yang jelas, variasi domain tingkat I ini sangat sedikit. Selain com, ada netorg,co.idnet.idweb.id dan masih ada beberapa lagi.

Domain tingkat I ini dikelola oleh lembaga resmi di masing-masing negara, jadi tidak sembarang lembaga bisa mengelolanya.

Domain Tingkat II

Untuk domain tingkat II (seperti detik, google, facebook, kompas, dapurbuku, dan sebagainya), ini adalah domain yang menunjukkan KEPEMILIKAN. Jadi dengan kata lain, domain tingkat II ini bisa kita sebut sebagai MEREK.

Jadi misalnya:

  • Detik.com, pemiliknya ya detik.com
  • Tempo.co, pemiliknya ya Majalah Tempo
  • Jonru.net, pemiliknya ya Jonru alias saya sendiri :-)
  • DapurBuku.com, pemiliknya adalah sebuah perusahaan penerbitan buku yang bernama Dapur Buku.
  • Dan seterusnya.

Domain Tingkat III

Domain tingkat III (seperti www) bisa juga disebut subdomain. Ini bisa kita ibaratkan seperti sebuah ruangan di sebuah rumah.

Misalnya:

  • dapurbuku.com adalah sebuah rumah.
  • Jika ada alamat website seperti “toko.dapurbuku.com”, maka “toko” di sini adalah sebuah subdomain. Dengan kata lain, “toko.dapurbuku.com”adalah sebuah KAMAR di sebuah rumah yang bernama DapurBuku.com.

NB:
Sebenarnya, www adalah subdomain standar bagi semua website, yang otomatis muncul tanpa diminta. Karena itu, alamat http://www.detik.com dandetik.com itu pada intinya sama saja, kok.

Oleh karena itu pula, menulis alamat seperti (misalnya)http://www.jonriyadi.blogspot.com adalah penulisan yang mubazir. Sebab unsur “jonriyadi” pada alamat ini sebenarnya sudah menggantikan unsur “www”. Jadi kalau ditulis keduanya, ya tak ada guna. Sebaiknya, tulis “jonriyadi.blogspot.com” saja, tanpa www. Itu sudah cukup.

Oke, kita lanjut:

Karena subdomain itu sama seperti kamar, maka pemiliknya adalah si pemilik rumah. Begitulah secara logika. Bisa paham, kan?

Untuk lebih jelasnya, berikut saya berikan contoh:

  1. Bila ada nama domain “order.detik.com”, maka pemiliknya adalahdetik.com. Sedangkan “Order” adalah sebuah kamar di “detik.com”.
  2. Bila ada nama domain “sepatu.tokosuper.co.id”, maka pemiliknya adalah tokosuper.co.id. Sedangkan “sepatu” adalah sebuah kamar di “tokosepatu.co.id”.
  3. Bila ada nama domain “telkomsel.jonru.net”, maka DEMI TUHAN pemiliknya adalah jonru.net, BUKAN Telkomsel. Kenapa? Sebab unsur “telkomsel” di sini hanyalah subdomain dari “jonru.net”.

Nah, saya ingin memberikan penekanan dan penegasan pada contoh nomor 3 di atas. Sebab trik seperti inilah yang biasanya dipakai oleh para penipu. Itulah contoh alamat domain yang SERING MENJEBAK. Mentang-mentang di situ ada kata “Telkomsel”, maka banyak orang yang mengira bahwa itu milik Telkomsel beneran.

Padahal, kalau kita lihat secara seksama, nama “Telkomsel” tersebut hanya berstatus sebagai subdomain. Domain utamanya adalah jonru.net. Artinya, website ini milik jonru.net, BUKAN milik telkomsel.

Sekadar info:
Jika seseorang sudah memiliki nama domain (alias domain tingkat II seperti misalnya dapurbuku.com), maka SECARA TEKNIS dia bebas menambahkan subdomain sebanyak mungkin, sesuka dia. Dengan cara yang sangat mudah pula(*).

Jadi saya misalnya sudah memiliki nama domain penulislepas.com. Maka jika saya menambahkan subdomain “indosat” di depannya, sehingga menjadi “indosat.penulislepas.com”, maka SECARA TEKNIS itu sangat mudah dilakukan oleh saya sebagai pemilik domain penulislepas.com(*).

NB:
Dari penjelasan di atas, saya yakin Anda sekarang sudah bisa menganalisis alamat website penipuan berikut yang sudah dijelaskan di bagian awal tulisan ini, yakni:
http://telkomselpoin.net84.net/index.html

(Atau untuk tujuan belajar, kita ambil unsur intinya saja, yaitu telkomselpoin.net84.net (unsur-unsur lain seperti http:// danindex.html tidak relevan untuk dibahas di sini).

Berikut rinciannya:

– Domain tingkat I: net
– Domain tingkat II: net84
– Domain tingkat III alias subdomain: telkomselpoin

Jadi, PEMILIK ASLI website ini adalah net84.net(*). Adapun telkomselpoinhanyalah subdomain!

NB: Jika misalnya di depan “telkomselpoin” itu ada nama lain, misalnya “hadiah.telkomselpoin.net84.net”, maka unsur “hadiah” ini pun sama saja. Dia juga subdomain. Intinya kalau ada alamat web yang subdomainnya lebih dari satu, yang jadi pusat perhatian kita tetaplah Domain Tingkat II. Jangan terkecoh oleh nama-nama lain di luar Domain Tingkat II ini.

* * *

JADI KESIMPULANNYA:

Setiap kali Anda menerima SMS penipuan, dan di dalam SMS tersebut ada alamat website, dan Anda ragu apakah ini alamat web asli milik si perusahaan atau bukan, maka yang harus Anda lihat adalah DOMAIN TINGKAT II-nya. Apapun yang tertulis pada domain tingkat II, maka itulah si pemilik asli dari domain tersebut.

Jangan mudah terkecoh oleh nama indosat, telkomsel, dan sebagainya yang ternyata hanya berada di posisi subdomain.

NB Lagi:
Itulah sebabnya kenapa di atas saya sebutkan bahwa pembahasan di tulisan ini bukan mengenai penipuan toko online dari Batam dan sebagainya. Sebab banyak di antara mereka yang pakai nama domain sendiri, dan nama-nama mereka bukan mengatasnamakan perusahaan besar. Jadi kiat di atas tidak berlaku untuk mereka.

Demikian, semoga bermanfaat.

Thanks. Salam Sukses Selalu!

Jonru
Follow me: @jonru

Keterangan:
(*) Kepemilikan subdomain ini tidak selalu berkaitan dengan pengelolaan konten website. Maksudnya begini: Misalkan saya punya alamat blog di “jonru.wordpress.com”. Dari segi kepemilikan, blog ini milik WordPress. Dengan kata lain, saya (jonru) numpang menaruh blog saya di server mereka (kebetulan secara gratis). Namun mengenai pengelolaan konten blog di “jonru.wordpress.com”, itu merupakan wewenang saya sepenuhnya, di luar sepengetahuan dan wewenang WordPress.com.

Penjelasan ini semoga membuat Anda memahami, bahwa (sehubungan dengan website Telkomsel Palsu di atas), pemilik domain net84.net BELUM TENTU sebagai pengelola website telkomselpoin.net84.net tersebut. Maksud dari “belum tentu” di sini adalah bisa ya bisa tidak. Bisa saja dia tidak tahu menahu sama sekali tentang keberadaan web penipuan tersebut (mungkin karena dia hanya menyewakan server gratisan, lalu si penipu menyewanya). Atau bisa juga dia tahu, bahkan mungkin terlibat. Wallahualam. Saya tidak tahu kepastiannya, dan posisi saya di sini bukanlah menuduh atau mencurigai siapapun. Saya memaparkan ini lebih sebagai teori dan analisis ilmiah belaka. Harap maklum.

Sumber.

Satu pemikiran pada “HATI-HATI WEBSITE PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN PERUSAHAAN BESAR

  1. saya 2x kena PT kurang ajar ini. tp untungnya saya tidak memberikan uang sepeserpun.
    mrk sring ganti2 nm PT,tp alamat sama. jd mending googling dl alamat2 yg bersangkutan,udah banyak korbannya. saya mau nambahin alamat2 yg blm ada yg share..gara2 blm ada yg share,sy pergi dah ==’ kirain beneran.
    jl.kramat raya no.7-9 jakarta pusat lnt 3, patokannya kampus LP3I. jadi di dalem kampus itu,byk ruko. eh pas d dpn rukonya udah mulai g yakin nih perusahaan. udah sampe..ywd skalian ngerjain hrdnya. mrk g tw nm websitenya,cabang2nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s