Bedah Artikel Media Tempo Terkait Kasus LHI

by @RidlwanJogja
jurnalis

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

1. Seperti janji kemarin yuk kita belajar membaca berita media dalam kasus LHI.

2. Agar tak melebar kemana-mana, kita ambil sampel berita LHI di majalah Tempo ya.

3. Kita tahu Tempo legendaris dan banyak lahirkan jurnalis-jurnalis hebat seperti mas @fgaban dll.

4. Sebagai wujud respek dan sayang kita ke Tempo tentu kritis membaca berita adalah bentuk kepedulian yang wajar.

5. Yang udah baca edisi janggut sapi pasti tahu ada tulisan “menurut Sumber” (anonim) yang tertebar disana-sini dlm artikel LHI.

6. Bill Kovach, tokoh jurnalistik terkenal di AS mengingatkan agar selalu berhati-hati mengutip “sumber anonim”.

7. Sebagai pengingat bersama, syarat (bisa/diperbolehkan) sumber dikutip anonim menurut Kovach berikut ini:

(1) “Sumber” Berada pd lingkaran pertama berita, bisa pelaku,korban, saksi mata.

(2) Nyawa sumber terancam. Jika hanya jabatan atau status pekerjaan, menurut Kovach, belum cukup kuat utk anonim.

(3) Motivasi sumber utk kepentingan umum, bukan pribadi, bukan lempar batu sembunyi tangan.

(4) Integritas sumber utuh. Orang yang suka bohong, atau pernah terbukti bohong, tidak layak disebut sumber anonim.

(5) Harus seizin redaktur. Redaktur harus melakukan verifikasi lebih dulu, mulai nama, dst.

(6) Keterangan dari sumber anonim tetap harus bisa diverifikasi langsung semaksimal mungkin oleh jurnalis.

(7) Perjanjian anonim batal dan nama sumber bisa dibuka bila terbukti salah atau sengaja menyesatkan.

8. Disarikan dari Bill Kovach “The rise of anonymous source” Disepakati dalam konferensi di Washington DC , september 2008.

9. Udah punya Tempo yg janggut, yuk dibaca lagi pake metode Kovach, mulai halaman 34 ya. Latihan jd pembaca yg suka bertanya🙂

10. Hal 34 Alinea 1, Tempo sudah menyimpulkan AF adalah pengusaha. Usahanya apa ya? yang atlas satu?

11. Alinea 2 “sebelum bertemu mereka komunikasi melalui telepon” ini menurut siapa? Penyidik?

12. Alinea 3 “kata sumber Tempo yg mengikuti dari dekat perkara ini”. Mengikuti ini maksudnya?

13. Apakah dari penyidik yg menguntit? Pimpinan KPK? Aktivis anti korupsi jg mengikuti dr dekat scr isu.

14. Alinea 5 Ahmad meminta sopir menaruh uang 1 M di belakang mobil. Ini yg lihat siapa? Pengintai? wartawannya sendiri?

15. Alinea 6 “Ahmad merasa perlu bekal uang”. Darimana Tempo tahu Ahmad merasa? sudah bertanya ke Ahmadkah?

16. Alinea 9 :Penghuni kamar segera merapikan pakaian.Versi Johan Budi dan Maharani di loby (nangkapnya). Johan Budi dan Rani fixed bohong ya?

17. Alinea 10. “Orang ramai melihat” kata seorang pengunjung hotel. Pengunjung? Layakkah anonim? knp bukan resepsionis?

18. Alinea 17 (h 35) “menurut Sumber di Kementrian Pertanian”. menurut Kovach, kalau namanya terbuka: dia bisa mati !

19. Apakah data kuota daging 2013 itu rahasia negara sehingga Tempo harus mengutip “sumber”. di ILC semalam terbuka.

20. Alinea 19 “seorang pebisnis daging impor mengatakan LHI dan AF minta setoran”. pebisnis ada motif pribadi gak? ingat Kovach.

21. Motifnya bias karena bisa jadi pebisnis daging anonim ini jengkel karena kuotanya sedikit. Tempo menemuinya di hotel FourSeasons.

22. Hal 36 alinea 19 “Basuki Hariman ” membenarkan setoran itu. Kita tunggu KPK panggil dia jd saksi.

23. Kenapa? karena BasukiHariman membenarkan ket sumber anonim bahwa pengusaha harus menghadap LHI dan AF dulu.

24. Oke sekarang ke halaman 40 Tempo membuka judul artikel “Tuduhan Korupsi Lalu Suksesi “ dengan kalimat begini…

25. “Dipilih ketua MS Hilmi A, AM menjadi pres PKS. Tak Akur dengan Luthfi Hasan”. Nah, darimana kesimpulan Tempo: tak akur: itu?

26. H 40 aline 5: “beberapa kader menuturkan Muzamil dan Hidayat disorongkan faksi keadilan”. Beberapa? berapa orang?

27. Selain jumlah sumber tak jelas, apa benar sumber Tempo ini kader, bukan mantan? misalnya yg sakit hati?

28. Masih di alinea yg sama “Mereka menghadapi KPK yg mereka tuding menjadi alat politik”. Siapa mereka? tdk terkonfirmasi.

29. Darimana Tempo mengkonstruksikan PKS menuding KPK menjadi alat politik, padahal tanpa kutipan resmi sama sekali ?

30. Alinea 16 : “sebelum diberi kedudukan sbg ketua fraksi HNW hanyalah angggota biasa” Yakin nih cm biasa? *kedip kader*.

31. Alinea 17, utk gambarkan HNW tak akur dg Anis, Tempo kutip keterangan sumber yg ditulis : “seorang kader”.

32. Tulisnya :”Antum perhatikan posisi HNW dlm jumpa pers, dia berdiri di pinggir”. Jadi kalo di pinggir itu pasti nggak akur?

33. Konklusi sepanjang 2 halaman soal ketidak-akuran ditambah lagi di aline 18.

34. “Menurut sejumlah sumber hub LHI dan AM tak harmonis” Sejumlah? Berapa? Siapa? apa nyawanya terancam sampai harus anonim?

35. Dan Tempo hanya menggunakan 1 alinea terakhir utk menyediakan hak jawab. AM membantah, HNW membantah. “Kami hanya ada satu: PKS”.

36. Jadi, silahkan nilai, menulis panjang dg ‘sumber-sumber’, tapi semuanya dibantah dg 1 alinea kecil penutup.

37. Wajar kalo @misbakhun sama sekali enggan komentar soal edisi yang vonis MA itu, menurutnya konstruksi sdh dibuat Tempo.

38. Lalu, seakan2 untuk mengkonfirmasi, dimuatlah bantahan.

39. Jadi kalau misalnya ada yg bikin artikel begini : “menurut sejumlah sumber, Tempo bekerja sama dengan lembaga intelijen asing”.

40. Bla..Bla..16 alinea lalu, ditutup : Saat dikonfirmasi, Pimred Tempo tegas membantah. “kami independen” ujarnya. Itu sudah sah ya?

41. Itu dulu deh, silahkan dikoreksi. Ini wujud cinta kt pada Tempo majalah hebat yg lahirkan @gm_gm, Karni, dan juga Dahlan Iskan🙂

banner_rnm_468x60

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s