Membicarakan #IndonesiaTanpaJIL

Sebelum itu kita bicarakan dulu sedikit tentang JIL (Jaringan Islam Liberal).

Jaringan Islam Liberal terbentuk pada tahun 2002, namun meskipun demikian gerakan yang menuju ke arah sana sudah dimulai jauh sebelum itu. Oleh pengikut aliran ini, mereka boleh menafsirkan ajaran Islam berdasarkan logika berpikir semata tanpa merujuk kepada aturan yang telah ada, yakni Al Quran dan Sunnah.  Yaitu Nurcholis Madjid (murid dari Fazlur Rahman di Chicago) yang memelopori gerakan firqah liberal bersama dengan Djohan Efendi, Ahmad Wahid dan Abdurrahman Wachid. (Adiyan Husaini dalam makalah Islam Liberal dan misinya menukil dari Greg Barton,. Nurcholis Madjid telah memulai gagasan pembaruannya sejak tahun l970-an. Pada saat itu ia telah rnenyuarakan pluralisme agama dengan menyatakan: Rasanya toleransi agama hanya akan tumbuh diatas dasar paham kenisbian (relativisme) bentuk-bentuk formal agama ini dan pengakuan bersama akan kemutlakan suatu nilai yang universal, yang mengarah kepada setiap manusia, yang kiranya merupakan inti setiap agama (Nurcholis Madjid: 239). Gerakan ini dimotori oleh orang-muda seperti Ulil Abshar Abdalla dkk.

Dalam menyampaikan pendapat, mereka banyak mengeluarkan pendapat-pendapat kontroversial yang menggugat aspek-aspek vital dalam ajaran Islam. Seperti mengharamkan poligami namun membolehkan perkawinan gay, berciuman dengan non mahram dll.

Landasan dari pemikiran aktivis JIL adalah:

  1. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam.
  2. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks.
  3. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.
  4. Memihak pada yang minoritas dan tertindas.
  5. Meyakini kebebasan beragama.
  6. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.

Adapun tokoh-tokohnya adalah:

A. Para Pelopor
1. Abdul Mukti Ali
2. Abdurrahman Wahid
3. Ahmad Wahib
4. Djohan Effendi
5. Harun Nasution
6. M. Dawam Raharjo
7. Munawir Sjadzali
8. Nurcholish Madjid

B. Para Senior
9. Abdul Munir Mulkhan
10. Ahmad Syafi’i Ma’arif
11. Alwi Abdurrahman Shihab
12. Azyumardi Azra
13. Goenawan Mohammad
14. Jalaluddin Rahmat
15. Kautsar Azhari Noer
16. Komaruddin Hidayat
17. M. Amin Abdullah
18. M. Syafi’i Anwar
19. Masdar F. Mas’udi
20. Moeslim Abdurrahman
21. Nasaruddin Umar
22. Said Aqiel Siradj
23. Zainun Kamal

C. Para Penerus “Perjuangan”
24. Abd A’la
25. Abdul Moqsith Ghazali
26. Ahmad Fuad Fanani
27. Ahmad Gaus AF
28. Ahmad Sahal
29. Bahtiar Effendy
30. Budhy Munawar-Rahman
31. Denny JA
32. Fathimah Usman
33. Hamid Basyaib
34. Husein Muhammad
35. Ihsan Ali Fauzi
36. M. Jadul Maula
37. M. Luthfie Assyaukanie
38. Muhammad Ali
39. Mun’im A. Sirry
40. Nong Darol Mahmada
41. Rizal Malarangeng
42. Saiful Mujani
43. Siti Musdah Mulia
44. Sukidi
45. Sumanto al-Qurthuby
46. Syamsu Rizal Panggabean
47. Taufik Adnan Amal
48. Ulil Abshar-Abdalla
49. Zuhairi Misrawi
50. Zuly Qodir

Jadi sudah selayaknya bahwa Umat Islam waspada dengan segala pendapat mereka, baik yang disampaikan melalui media masa maupun melalui buku-buku karangan mereka.

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL

Gerakan ini sebenarnya tidak dapat dipisahkan meskipun bukan merupakan gerakan tandingan dari#IndonesiaTanpaFPI yang dipelopori oleh aktivis JIL. Gerakan #IndonesiaTanpaFPI tersebut melakukan demo pada tanggal 14 Februari 2012 di bundaran HI menuntut pembubaran FPI. Meskipun hanya dilakukan oleh puluhan orang saja, namun mendapat pengamanan dari ratusan polisi serta diliput oleh banyak media. Sebenarnya bisa dipahami kenapa mereka (JIL) tidak suka dengan FPI, karena selam ini FPI sangat bertolak belakang dengan pendapat-pendapat dan hal-hal yang disenangi oleh JIL. Contohnya mengenai Film “?” yang sutradarai oleh Hanung Bramantyo. Sebuah Film yang kontroversial dan merusak aqidah.

Potret dari pendemo (Bencong)

#IndonesiaTanpaJIL dimulai masih pada bulan yang sama dengan #IndonesiaTanpaFPI dan mulai ramai dibicarakan di situs jejaring sosial Twitter dengan memFollow @TanpaJIL serta Hastag #IndonesiaTanpaJIL. Setelah dimulai di Twitter, gerakan ini kemudian juga dilakukan di Facebook dengan fanpage #IndonesiaTanpaJIL.

Nampaknya gerakan ini mendapatkan respon positif dari banyak kalangan. Hanya dalam tempo beberapa hari saja, sudah ribuan orang yang mengikuti fanpage ini. Bahkan sekarang sudah melebihi 21.000 pengikut.

#IndonesiaTanpaJIL

Tidak sama dengan #IndonesiaTanpaFPI, di Twitter yang memfollow gerakan ini sangat banyak dan tidak hanya itu, Hastag #IndonesiaTanpaJIL ditulis oleh berbagai macam kalangan. Dari yang sudah memahami bahkan sudah menulis buku mengenai mereka seperti Ahmad Syafril (Penulis buku Islam Liberal 101) sampai yang mereka katakan dengan jujur bahwa mereka belum melaksanakan Islam dengan sempurna seperti artis Fauzi Baadillah. Bahkan Personil Band underground Purgatory pun ikut mendukung.

Sebagai bentuk gerakan yang benar-benar eksis, #IndonesiaTanpaJIL bukan hanya di dunia maya, tanggal 9 Maret 2012 dipelopori oleh Forum Umat Islam (FUI) diadakan apel Akbar #IndonesiaTanpaLiberal menuntut penolakan atas pemikiran-pemikiran JIL serta pembubaran organisasi tersebut. Apel Akbar tesebut dihadiri sampai ribuan orang -yang meskipun tidak diliput secara sungguh-sungguh oleh media- dari berbagai kalangan masyarakat.

Apel siaga

Fauzi Baadilla

Bassist Purgatory, Bonti

Long March Bundaran HI-Monas

Long March Bundaran HI-Monas

Dapat dilihat bahwa masih tinggi kepedulian masyarakat khususnya Islam terhadap bahaya pemikiran Islam Liberal tersebut. Efek lain dari aksi ini tidak hanya bagi yang mengikuti, namun bagi yang melihat juga dapat mengenal JIL dan pemikiran sesat mereka serta mewaspadainya.

Namun seperti yang saya sebut di atas, meskipun aksi ini diikuti oleh ribuan orang, namun hanya diliput oleh sebagian kecil media dengan pemberitaan alakadarnya. Tidak hanya itu, dari sedikit pemberitaan yang muncul, aksi ini juga dipelintir dalam pemberitaannya. Seperti Demo FPI oleh Detik News, atau Demo Kenaikan BBM oleh SCTV. Walaupun ada yang sedikit objektif seperti tvOne (vivanews), nampaknya disampaikan dengan sangat hati-hati dan tidak difokuskan pada tema sebenarnya. Mungkin fenomena ini disebabkan karena media-media tersebut sangat nyaman dengan paham liberal yang berkembang, sehingga isu Indonesia Tanpa Liberal dan gerakan #IndonesiaTanpaJIL ini tidak menjadi isu hangat di masyarakat.
Wallahua’lam..

Nampaknya sekian dulu untuk tulisan kali ini, dan kalau ada yang kira-kira pembicaraan yang menyimpang atau tidak tepat dimohon kritikan dari blogger semuanya.

by: myrahil

Rujukan:
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_Islam_Liberal
http://fuui.wordpress.com/anti-pemurtadan/mengenal-aliran-sesat-jaringan-islam-liberal/
http://kaahil.wordpress.com/2011/03/21/inilah-akar-sejarah-munculnya-pemikiran-islam-liberal-jilislib/
http://islamlib.com/id/halaman/tentang-jil
http://fush.uin-suska.ac.id/attachments/074_Pernikahan%20Lintas%20Agama.pdf
http://forum.detik.com/daftar-50-tokoh-jil-indonesia-t42703.html
http://panjarwala417.blogspot.com/2012/02/indonesia-tanpa-jil.html
https://twitter.com/#!/search/%23IndonesiaTanpaJIL
http://www.facebook.com/IndonesiaTanpaJIL?sk=wall

Satu pemikiran pada “Membicarakan #IndonesiaTanpaJIL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s